Literasi Spenduga Membaca Rabu, 07 Januari 2026 (Biografi Ki Hajar Dewantara)
Biografi Ki Hajar Dewantara
Ki Hajar Dewantara adalah pahlawan nasional Indonesia yang dikenal sebagai Bapak Pendidikan Nasional. Ia lahir di Yogyakarta pada 2 Mei 1889 dengan nama Raden Mas Soewardi Soerjaningrat. Ia berasal dari keluarga bangsawan Keraton Yogyakarta, tetapi memilih hidup sederhana dan mengabdikan diri untuk pendidikan rakyat.
Sejak muda, Ki Hajar Dewantara sangat peduli terhadap ketidakadilan yang dialami rakyat Indonesia pada masa penjajahan Belanda, terutama dalam bidang pendidikan. Saat itu, pendidikan hanya bisa dinikmati oleh kaum tertentu. Melalui tulisan-tulisannya yang kritis di surat kabar, ia menentang kebijakan pemerintah kolonial. Salah satu tulisannya yang terkenal berjudul “Seandainya Aku Seorang Belanda”, yang membuatnya diasingkan ke Belanda.
Setelah kembali ke Indonesia, pada tahun 1922 Ki Hajar Dewantara mendirikan Perguruan Taman Siswa. Sekolah ini bertujuan memberikan kesempatan belajar kepada seluruh rakyat Indonesia tanpa membedakan status sosial. Dalam pendidikan, ia menekankan nilai kebebasan, budi pekerti, dan kebudayaan nasional.
Ki Hajar Dewantara juga mencetuskan semboyan pendidikan yang sangat terkenal, yaitu:
“Ing ngarso sung tulodo, ing madya mangun karso, tut wuri handayani.”
Artinya, di depan memberi teladan, di tengah membangun semangat, dan di belakang memberi dorongan.
Atas jasa-jasanya dalam dunia pendidikan, Ki Hajar Dewantara ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional. Ia wafat pada 26 April 1959 di Yogyakarta. Untuk mengenang jasanya, tanggal kelahirannya, 2 Mei, diperingati sebagai Hari Pendidikan Nasional di Indonesia.
Kerjakan soal-soal di bawah ini dengan benar!
- Siapakah Ki Hajar Dewantara dan mengapa beliau disebut Bapak Pendidikan Nasional?
- Kapan dan di mana Ki Hajar Dewantara dilahirkan?
- Tuliskan semboyan pendidikan Ki Hajar Dewantara dan jelaskan artinya secara singkat!
- Mengapa tanggal 2 Mei diperingati sebagai Hari Pendidikan Nasional?
SMP NEGERI 23 BALIKPAPAN