#SPENDUGAHEBAT

Berita

Kalender Pendidikan SMPN 23 Balikpapan
Media Sosial

Literasi Spenduga Membaca Rabu, 11 Februari 2026 (Cahaya di Ujung Pena)

Cahaya di Ujung Pena

Sinar matahari pagi baru saja menyentuh jendela kamar Aan. Remaja itu bergegas merapikan tempat tidurnya sebelum melangkah ke dapur. Di sana, ibunya sedang menyiapkan sarapan sederhana.

"Bu, Aan berangkat sekolah dulu ya," pamitnya. Ia tidak sekadar berteriak dari pintu. Aan menghampiri ibunya, menundukkan kepala sedikit, dan mencium tangan ibunya dengan takzim.

"Hati-hati, Nak. Belajar yang rajin," doa sang ibu sembari mengusap bahu Aan. Ayahnya yang sedang memakai sepatu pun tak luput dari salamnya. Bagi Aan, restu orang tua sebelum melangkah keluar rumah adalah "bekal" paling sakti agar ilmu mudah masuk ke otaknya

Sesampainya di gerbang sekolah, Aan berpapasan dengan Pak Danu, guru Matematika yang terkenal tegas. Alih-alih memalingkan wajah atau pura-pura sibuk dengan ponselnya, Aan berhenti sejenak.

"Selamat pagi, Pak Danu," sapa Aan dengan senyum ramah. Ia memberikan salam dan sedikit membungkuk saat berpapasan. Pak Danu yang biasanya tampak kaku, luluh dan membalas senyuman itu dengan hangat.

Di dalam kelas, suasana cukup riuh. Namun, begitu Ibu Sarah masuk, Aan segera merapikan mejanya dan duduk tegak. Ia tidak berbicara saat Ibu Sarah menjelaskan. Ketika ada hal yang tidak ia mengerti, ia tidak langsung memotong pembicaraan. Aan mengangkat tangannya terlebih dahulu dan menunggu diizinkan bicara.

"Izin bertanya, Bu. Mohon maaf, bolehkah bagian ini dijelaskan sekali lagi?" tanya Bayu dengan nada suara yang rendah dan santun.

Ibu Sarah mengangguk bangga. "Tentu, Aan. Ibu senang kamu memperhatikan dengan baik."

Sore harinya, saat jam sekolah usai, Aan melihat Pak Danu kesulitan membawa tumpukan buku menuju ruang guru. Tanpa diminta, Aan berlari kecil menghampiri.

"Boleh saya bantu bawakan bukunya ke ruangan, Pak?" tawar Aan.

Setelah membantu, Pak Danu menepuk pundak Bayu. "Aan, kamu tahu? Kepintaran itu bisa dicari dengan membaca, tapi keberkahan ilmu hanya bisa didapat dengan menghormati guru. Teruslah bersikap seperti ini."

Aan pulang dengan hati yang lapang. Ia sadar bahwa sopan santun bukanlah tanda kelemahan, melainkan bentuk kemuliaan karakter. Menghormati orang tua di rumah dan guru di sekolah adalah jembatan yang akan mengantarkannya pada masa depan yang cerah.

 

 

 

Kerjakan soal-soal di bawah ini dengan benar!

  1. Siapa saja tokoh dan bagaimana watak masing-masing tokoh yang digambarkan dalam cerita tersebut?
  2. Latar yang digunakan adalah ....
  3. Menurutmu, apa pesan moral (amanat) yang ingin disampaikan penulis melalui cerita tersebut?
  4. Jelaskan perilaku baik yang dapat kalian contoh dari cerita tersebut dalam kehidupan sehari-hari?

 

Share to :
Kirim Pesan
Kontak
Alamat :

Jl. Baitul Makmur RT 59 Kelurahan Manggar Balikpapan Timur

Telepon :

05428523

Email :

info@smpnegeri23balikpapan.sch.id

Website :

https://www.smpnegeri23balikpapan.sch.id

Media Sosial :