Melihat Lebih dalam
MELIHAT LEBIH DALAM
Di sebuah sudut kelas VII-B, Seno selalu memilih duduk di baris paling belakang. Baju seragamnya sedikit lusuh, dan matanya lebih sering menatap keluar jendela daripada melihat papan tulis. Bagi kebanyakan guru, Seno adalah bayangan: diam, nilainya pas-pasan, dan tidak pernah menarik perhatian.
Namun, tidak bagi Bu Maya. Sebagai guru Bahasa Indonesia, Bu Maya memiliki kebiasaan membaca bukan hanya teks di kertas, melainkan juga riut muka anak-anak didiknya. Setiap kali sesi menulis bebas, ketika siswa lain sibuk mengetik atau menggoreskan pena dengan antusias, jemari Seno selalu berhenti di atas kertas kosong.
Suatu siang, seusai bel pulang berbunyi, Bu Maya menghampiri meja Seno. "Seno, bisa bantu Ibu sebentar bawakan buku-buku ini ke ruang guru?"
Seno mengangguk pelan tanpa bersuara. Sepanjang koridor, keheningan terasa canggung hingga Bu Maya membuka suara dengan nada hangat, tanpa sedikit pun kesan menggurui.
"Ibu perhatikan, tulisan tanganmu sangat rapi waktu tugas puisi bulan lalu. Tapi akhir-akhir ini Seno kelihatan lelah sekali. Ada yang mengganggu pikiranmu?"
Langkah Seno terhenti. Pertanyaan sederhana itu menghantam bagian terdalam hatinya yang selama ini ia sembunyikan. Seno menunduk, matanya mulai berkaca-kaca. Ia menceritakan ibunya yang sedang sakit keras dan bagaimana ia harus membantu ayahnya berjualan hingga larut malam sebelum sempat menyentuh buku pelajaran.
Bu Maya mendengarkan tanpa memotong. Tidak ada ceramah tentang pentingnya kedisiplinan atau kejujuran. Ia hanya mengangguk pelan, menunjukkan empati yang tulus.
"Terima kasih sudah bertahan sejauh ini, Seno. Ibu bangga padamu," kata Bu Maya lembut. "Mulai besok, kamu boleh datang 30 menit lebih awal sebelum jam pelajaran. Ibu akan mendampingimu mengulang materi yang tertinggal. Kita selesaikan bersama, ya?"
Perhatian sederhana itu menjadi titik balik bagi Seno. Bukan karena masalah hidupnya mendadak lenyap, melainkan karena ia tahu, di sekolah itu, ada seorang guru yang benar-benar peduli dan percaya pada kemampuannya
Kerjakan soal-soal di bawah ini dengan benar!
- Siapakah nama guru Bahasa Indonesia yang memperhatikan Seno?
- Apa alasan Seno sering terlihat lelah dan nilai pelajarannya menurun?
- Bantuan apa yang ditawarkan oleh Bu Maya untuk membantu Seno mengatasi ketertinggalan pelajarannya?
- Bagaimana watak atau karakter Bu Maya berdasarkan tindakannya terhadap Seno dalam cerita tersebut?
- Menurut Anda, mengapa pertanyaan sederhana Bu Maya di koridor sekolah sanggup membuat Seno tersentuh hingga meneteskan air mata?
- Apakah tindakan Bu Maya sudah tepat dalam menangani masalah Seno? Berikan alasanmu!
Share to :
SMP NEGERI 23 BALIKPAPAN