#SPENDUGAHEBAT

Berita

Kalender Pendidikan SMPN 23 Balikpapan
Media Sosial

Literasi Spenduga Membaca Rabu, 22 April 2026 (Rahasia di Balik Kanvas Biru)

Rahasia di Balik Kanvas Biru

Udara siang itu terasa gerah di ruang seni SMP Harapan Bangsa. Fokus semua siswa tertuju pada satu tugas besar: melukis pemandangan sekolah untuk pameran bulan depan. Di sudut ruangan, Reno tampak frustrasi. Kuasnya bergerak ragu, dan warna hijau di kanvasnya justru terlihat berantakan.

"Kenapa, Ren? Kok malah jadi seperti lumut begitu?" seloroh Gani yang duduk di sebelahnya. Gani adalah siswa paling berbakat di kelas seni. Lukisannya selalu tampak hidup.

Reno menghela napas panjang. "Aku tidak bakat, Gan. Tanganku kaku sekali. Rasanya aku ingin menyerah saja dan menerima nilai apa adanya."

Gani terdiam sejenak. Ia melihat kanvas Reno, lalu melihat wajah sahabatnya yang lesu. Alih-alih lanjut memoles lukisannya sendiri yang hampir selesai, Gani meletakkan palet warnanya.

"Kamu tahu tidak? Dulu aku juga benci mencampur warna," kata Gani sambil tersenyum. "Kuncinya bukan di bakat, tapi di keberanian untuk membuat kesalahan. Sini, aku tunjukkan teknik layering yang simpel."

Selama sisa jam pelajaran, Gani tidak lagi menyentuh lukisannya sendiri. Ia justru sibuk membimbing tangan Reno, mengajarinya cara memegang kuas dengan rileks, dan bagaimana memadukan warna kuning dan biru agar menjadi hijau yang segar.

"Wah, mulai kelihatan bentuknya!" seru Reno girang saat bayangan pohon mulai terbentuk di kanvasnya.

Namun, pengorbanan Gani membawa konsekuensi. Saat guru seni, Pak Danu, berkeliling memeriksa hasil karya, lukisan Gani belum selesai sepenuhnya. Ada bagian langit yang masih kosong.

"Gani, kenapa punyamu belum tuntas? Padahal biasanya kamu paling cepat," tanya Pak Danu heran.

Sebelum Gani menjawab, Reno mengangkat tangan. "Maaf, Pak. Gani tadi membantu saya. Kalau tidak ada dia, lukisan saya mungkin hanya tumpukan coretan tidak jelas. Gani rela menghabiskan waktunya untuk mengajari saya."

Pak Danu tersenyum tipis. Beliau tidak marah, justru mengangguk bangga. "Di sekolah ini, nilai seni memang penting. Tapi nilai persahabatan dan kerelaan berbagi ilmu jauh lebih mahal. Gani, silakan lanjutkan lukisanmu di jam istirahat atau besok pagi. Bapak beri dispensasi."

Sambil berjalan menuju kantin, Reno merangkul bahu Gani. "Terima kasih ya, Gan. Nanti sore, gantian aku yang bantu kamu latihan soal matematika untuk kuis besok. Kamu kan paling pusing kalau lihat rumus."

Gani tertawa lebar. "Nah, itu baru namanya adil! Itulah gunanya sahabat, kan? Saling mengisi lubang yang kosong."

Di koridor sekolah yang ramai, mereka menyadari bahwa prestasi terbaik bukan hanya tentang angka di rapor, melainkan tentang bagaimana mereka bisa tumbuh bersama menjadi pribadi yang lebih baik.

 

 

Lakukanlah tugas berikut sesuai perintahnya!

  1. Sebutkan empat (4) perilaku baik yang dapat kalian contoh dari cerita tersebut dalam kehidupan sehari-hari!
  2. Berikan kesimpulan dari cerita tersebut!

Share to :