Kearifan Lokal: Pembuatan Taplak Meja (Ecoprint) melalui Teknkik Steaming
Kegiatan kreatif siswa kelas 8 Tahun Pelajaran 2024/2025 kembali menghadirkan pembelajaran yang inspiratif melalui praktik ecoprint pembuatan taplak meja dengan teknik steaming yang dilaksanakan pada Jumat, 18 Oktober 2024. Kegiatan ini berlangsung di Aula SMPN 23 Balikpapan dengan suasana yang penuh semangat, kolaboratif, dan sarat akan nilai edukatif 🌿✨
Ecoprint merupakan teknik pewarnaan kain dengan memanfaatkan bahan-bahan alami seperti daun dan bunga untuk menghasilkan motif yang unik, alami, dan ramah lingkungan. Pada kegiatan ini, siswa diajak untuk mengenal secara langsung proses pembuatan ecoprint menggunakan teknik steaming (pengukusan), mulai dari tahap persiapan bahan, penyusunan komposisi daun di atas kain, proses penggulungan, hingga tahap pengukusan untuk mentransfer warna dan bentuk alami ke kain.
Kegiatan ini menghadirkan narasumber sekaligus praktikan yang berpengalaman di bidangnya, yaitu Ibu Sukesi, S.Pd. Beliau dikenal sebagai praktisi yang ahli dalam teknik ecoprint dan telah banyak menghasilkan karya-karya kreatif berbasis pewarnaan alami. Dalam penyampaiannya, Ibu Sukesi tidak hanya menjelaskan teori dasar ecoprint, tetapi juga memberikan demonstrasi langsung serta membimbing siswa secara intensif di setiap tahapan proses. Pendekatan yang komunikatif dan interaktif membuat siswa lebih mudah memahami teknik yang digunakan.
Selama kegiatan berlangsung, siswa terlihat sangat antusias dan aktif berpartisipasi. Mereka dengan penuh kreativitas menyusun berbagai jenis daun dan bunga untuk menciptakan motif yang berbeda pada setiap taplak meja. Hasil karya yang dihasilkan pun sangat beragam, menunjukkan karakter dan imajinasi masing-masing siswa. Selain itu, kegiatan ini juga melatih kesabaran, ketelitian, serta kemampuan bekerja sama antar siswa.
Lebih dari sekadar kegiatan praktik keterampilan, ecoprint ini juga menjadi sarana edukasi dalam menanamkan kesadaran lingkungan. Siswa diajak untuk memahami pentingnya memanfaatkan sumber daya alam secara bijak dan mengurangi penggunaan bahan kimia dalam proses pewarnaan. Dengan demikian, kegiatan ini selaras dengan upaya sekolah dalam mendukung program Adiwiyata dan membangun karakter peduli lingkungan pada peserta didik.
Melalui kegiatan ini, diharapkan siswa tidak hanya mampu menghasilkan karya yang bernilai estetika tinggi, tetapi juga memiliki wawasan dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar. Kegiatan ecoprint ini menjadi bukti bahwa pembelajaran dapat dikemas secara menarik, kontekstual, dan bermakna, sehingga memberikan pengalaman belajar yang tidak terlupakan bagi siswa.

SMP NEGERI 23 BALIKPAPAN