Literasi Spenduga Membaca (Ketika Cinta Mengalahkan Pelajaran) Rabu, 06 Oktober 2026
Ketika Cinta Mengalahkan Pelajaran
Di sebuah sekolah bernama SMP Harapan Bangsa, ada seorang siswa bernama Raka. Ia dikenal sebagai anak yang pintar dan rajin. Nilai-nilainya selalu bagus dan ia sering menjadi juara kelas. Namun, semuanya mulai berubah ketika Raka memiliki pacar bernama Sinta.
Pada awalnya, hubungan mereka tidak mengganggu kegiatan sekolah. Mereka tetap belajar dan mengerjakan tugas seperti biasa. Akan tetapi, semakin lama Raka menjadi terlalu sering memikirkan pacarnya. Saat pelajaran berlangsung, ia lebih sering mengirim pesan daripada memperhatikan guru.
Suatu hari, guru matematika memberikan tugas yang harus dikumpulkan keesokan harinya. Raka sebenarnya sudah berniat mengerjakannya, tetapi Sinta mengajaknya berbicara melalui telepon hingga larut malam. Akibatnya, Raka tertidur dan lupa mengerjakan tugas.
Keesokan harinya, Raka mendapat teguran dari gurunya.
“Raka, akhir-akhir ini Ibu melihat kamu sering tidak fokus belajar. Ada masalah?” tanya gurunya.
Raka hanya terdiam. Ia merasa malu karena sebenarnya ia tahu penyebabnya.
Beberapa minggu kemudian, nilai Raka semakin menurun. Ia juga mulai jarang berkumpul dengan teman-temannya dan sering terlambat masuk sekolah karena tidur terlalu malam. Orang tuanya pun mulai khawatir.
Suatu sore, Raka mendapatkan hasil ulangan matematika. Nilainya hanya 55, jauh di bawah nilai yang biasanya ia dapatkan.
Ia memandangi kertas ulangannya dengan sedih. Saat itu, ia menyadari bahwa kebiasaannya terlalu mementingkan hubungan daripada sekolah telah membawa banyak dampak buruk.
Raka kemudian berbicara dengan Sinta.
“Sinta, aku rasa kita terlalu sering menghabiskan waktu untuk hal-hal yang tidak penting. Aku ingin kita tetap berteman dan fokus pada sekolah dulu,” kata Raka.
Sinta sempat terkejut, tetapi akhirnya memahami keputusan Raka.
Sejak saat itu, Raka mulai memperbaiki kebiasaannya. Ia mengatur waktu belajar, mengurangi bermain ponsel, dan kembali aktif mengikuti kegiatan sekolah. Perlahan-lahan nilainya meningkat kembali.
Raka belajar bahwa memiliki perasaan kepada seseorang bukanlah sesuatu yang salah. Namun, jika dilakukan secara berlebihan dan membuat seseorang melupakan kewajiban, hal tersebut dapat memberikan dampak buruk bagi masa depan.
Pesan moral:
Pacaran di usia sekolah dapat membuat seseorang kehilangan fokus jika tidak mampu mengatur waktu dan emosi. Sebagai pelajar, pendidikan dan tanggung jawab sebaiknya tetap menjadi prioritas.
Kerjakan soal-soal di bawah ini dengan benar!
- Siapa tokoh utama dalam cerita tersebut?
- Bagaimana sifat Raka sebelum memiliki pacar?
- Apa yang membuat prestasi Raka mulai menurun?
- Apa yang dilakukan Raka saat pelajaran berlangsung?
- Mengapa Raka lupa mengerjakan tugas matematika?
- Berapa nilai ulangan matematika yang diperoleh Raka?
- Apa saja dampak yang dialami Raka setelah terlalu mementingkan hubungannya?
- Apa yang dikatakan guru kepada Raka ketika melihatnya tidak fokus belajar?
- Apa keputusan Raka setelah menyadari kesalahannya?
- Bagaimana tanggapan Sinta terhadap keputusan Raka?
- Apa yang dilakukan Raka untuk memperbaiki prestasinya?
- Apa pesan moral yang dapat diambil dari cerita tersebut?
- Menurutmu, apa yang sebaiknya dilakukan seorang pelajar agar hubungan pertemanan atau pacaran tidak mengganggu pendidikannya?
Share to :
SMP NEGERI 23 BALIKPAPAN